Kamis, 22 Desember 2011

I'm Sorry

Hai, perkenalkan, namaku Sunny. Aku berada di sebuah asrama, asrama yang dikhususkan untuk perempuan. Dan aku senang disini.
"SUNNYY..." teriak Krystal, membuat Sunny bangun.
"Eeh.. Krystal, kamu bikin aku kaget aja sih!" kata Sunny yang masih setengah mengantuk itu.
"Kamu tidur mulu, aku tahu ini memang hari libur, tapi jangan malas, ayuk kita ke taman!" ajak Krystal.
"Mandi dulu ya." "Iya udah sana cepat!"
Ya, begitulah Sunny sehari-harinya. Dia memang hobi tidur, jadi kalau mau sekolah, harus dibangunkan temannya dulu. Sunny memang manja, tapi walaupun begitu, ia adalah  salah satu murid terpintar di sekolahnya. Di sekolahnya pun dia memiliki banyak orang yang mengaguminya, termasuk Lyan, cowok yang sudah lama mengaguminya, tapi dia malu mengungkapkan perasaannya terhadap Sunny. Lyan adalah seorang siswa di asrama khusus laki-laki yang berada di samping asrama Sunny.
-Di Tempat Lainnya-
"Hai Sayang, sarapan bareng sini sama Mama dan Papa."
"Maaf Ma, Pa, Sica berangkat duluan ya, hari ini kan Sica mau masuk ke asrama baru, Sica gak mau terlambat. Sudah ya, Sica mau berangkat dulu ya." pamit Sica ke kedua orang tuanya.
"Hati-hati Sayang, jaga dirimu baik-baik. Kalau ada apa-apa, kamu bilang aja sama Mama, sama Papa, ok?"
"Haha, tenang saja, Sica mandiri, kan. Sica gak akan merepotkan Mama dan Papa."
Itulah Sica, seorang gadis yang cantik, baik, penurut, dan mandiri. Ia juga banyak disukai oleh teman di sekolah lamanya. Sepertinya ia juga akan disukai di sekolah barunya.


-Di Asrama-
Ya, asrama akan kedatangan murid baru, yang tidak lain adalah Jessica. Dia mau pindah ke asrama dimana Sunny tinggal. Asrama yang isinya hanya murid perempuan, tetapi, di sebelah asrama ini terdapat asrama laki-laki. Dan kedua asrama ini bekerja sama dengan baik. Tetapi, walaupun begitu, tidak diperbolehkan membawa teman dari asrama itu. Hanya diperbolehkan jika ada suatu acara dan guru yang mengundangnya. Tetapi, Lyan adalah seorang anak dari wakil kepala asrama di asramanya. Jadi dia bisa 'menyusup' ke asrama Sunny dan melihatnya dari jauh.

"Selamat pagi anak-anak. Saya mempunyai berita bagus. Dan kalian pasti akan menyukainya." kata Miss Katty. Guru yang disukai di asrama ini, orangnya cantik, baik, lemah lembut, tapi tegas.
"Ada apa Miss? Kok tumben ada sekarang, kan sekarang kita libur." tanya Katyusha.
"Kalian semua akan mendapat teman baru, kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah, Jessica Brown.".
Dan seketika itulah Jessica masuk ke kelas, dan seluruh kelas bertepuk tangan. Termasuk Sunny.
Itukah anaknya? Wah cantik sekali. Mungkin aku dan dia bisa menjadi teman. Gumam Sunny dalam hati.
"Hai teman-teman. Perkenalkan nama saya Jessica Brown. Panggil saja aku Sica, atau Jessica. Senang berkenalan dengan kalian." sapa Jessica dengan lembut.
"Hai Jessica!" seru anak-anak. Sepertinya memang Jessica disukai di asrama itu.
"Baiklah Jessica, kamu besok duduk bersama Sunny ya. Itu orangnya." Miss Katty menunjuk Sunny.
"Oke baik anak-anak kalian boleh kembali lagi beraktifitas. Saya ucapkan selamat pagi, dan welcome Jessica."
"Terima kasih Miss." "Sama-sama Sayang."

Hari ini mungkin hari yang baik untuk Jessica, bagaimana tidak, dengan Miss Katty yang ramah, dan Sunny yang akan menjadi teman barunya. Tentu saja Sunny akan senang dengan keberadaan Jessica, karena Jessica juga sekamar dengannya.

"Bisa bantuin aku gak, Sunny?" tanya Jessica.
"Of course. Apa yang bisa aku bantu?" jawab Sunny.
"Ini, aku agak repot untuk merapikan barang-barangku yang mau aku taruh di lemari. Barang-barangku sangat banyak. Maukah kamu membantuku?"
"Yes of course Sica. Baiklah aku akan membantumu."
"Trims, kamu memang baik."
"Hehe bisa saja sih.."

Sejak saat itu, mereka berdua pun bersahabat, kemana-mana selalu berdua. Mereka memang sahabat yang serasi. Tapi, Krystal kesal dengan Jessica, dia pikir, Jessica merebut Sunny darinya. Padahal, Sunny pun tidak merasa bahwa Jessica merebutnya dari Krystal. Krystal dan Katyusha membuat rencana agar Jessica membenci Sunny. Segala cara ia pikirkan agar rencananya berhasil, dan Sunny pun kembali padanya. Tapi rencananya selalu gagal. Hal ini digagalkan oleh Lyan, karena Lyan pernah mendengar bahwa Krystal akan berbuat sesuatu yang buruk terhadap Jessica. Dan Krystal pun juga semakin kesal terhadap Jessica, ia juga kesal terhadap Lyan.

"Krystal, sudahlah, rencanamu gak akan pernah berhasil, karena aku tau Jessica anak yang baik!" kata Lyan.
"Baik? Baik apanya?! Dia sudah merebut Sunny! Aku ingin Sunny kembali kepadaku, itu saja kok. Setelah itu, aku dan dia tidak ada masalah apa-apa lagi. Fine?" kata Krystal.
"Aku gak ngerti ya mau kamu apa, kalau kamu ingin Sunny kembali, ya gak seperti itu caranya. Aku tau cara yang lebih baik lagi!"
"Yayaya, terserah kamu deh, tapi ini urusanku, kamu tidak usah ikut campur!"
"Aku berhak untuk ikut campur karena aku adalahnya kakaknya...." Lyan berhenti berbicara. Ia keceplosan
"Apa katamu?! Kamu kakaknya siapa hah?! Jawab Lyan! Jawab!"
"Maksudku.. A.. aku.. ah kamu tak perlu tau! Pokoknya jangan pernah kamu coba nyakitin Jessica dan Sunny! Dia berdua berarti di hidupku!"

Lyan pun berlalu dan meninggalkan Krystal. Krystal pun penasaran, sebenarnya Lyan itu kakaknya siapa, apakah kakaknya Sunny, atau Jessica? Krystal pun mencari tau tentang Lyan. Ia mempunya kenalan di asrama sebelah itu. Yap, yaitu pacarnya Krystal. Berarti bukan kenalan lagi ya, tapi ia merahasiakan itu karena hanya dirinya yang tahu. -to be continued-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar